Kehidupanku
aku bukanlah seorang yang hebat, tapi aku hanyalah seorang yang mampu. ketika badai datang, aku mampu untuk menahannya. namun ketika kau yang datang, aku tak sanggup untuk terlalu lama menahannya. kau yang ajari aku betapa indahnya hidup. sehingga aku tenggelam didalamnya. aku pun percaya ini semua adalah keajaiban. keajaiban natal yang aku rasakan.
dihari pertama, kau datang kerumahku dengan membawa kue. hari itu hari ulang tahunku. kau orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku. aku berdoa, dan meniup lilin kecil yang kau sediakan untukku. waktu semakin dingin, kita putuskan untuk membuat coklat panas terenak didunia. dengan canda tawamu, cairan coklat meleleh di pipiku. dan kau mengusapnya dengan sapu tanganmu. hari yang berkesan bagi.
hari kedua, kau datang kerumahku dengan membawa hiasan natal. kita pergi ke super market untuk membeli sebuah pohon natal yang besar. disana kita bertemu dengan santa klaus, dan meminta beberapa pengharapan. aku meminta agar setiap natal selalu seerti ini. kau dan aku, slalu bersama.
hari ketiga, 4 hari lagi natal akan tiba. perlu banyak waktu mempersiapkan natal yang begitu berbeda. aku sampai kehabisan ide untuk membuat sesuatu. lalu kau memberiku ide. kau mengambil mangkuk, gula, perwarna, dan sendok. aku tak tau apa yang mau kau berikan padaku. Permen ! kau berkata padaku saat aku bingung dengan apa yang kau lakukan. "Permen ini akan aku gantung disetiap dahan dipohon natal, lalu aku akan menyisakan beberapa batang untuk santa klaus. dan aku akan membuat yang paling besar untukmu". rasa sesak didada begitu sangat. apakah ini pertanda bahwa kau juga menyukaiku?
dihari keempat, ada saja kejutan yang kau berikan padaku. kau membawa seekor anak anjing siberian husky. "Ini untuk menemanimu ketika kau merasa kesepian" aku tersenyum. kita berdua bercanda tawa melihat kekonyolan yang dilakukan oleh anak anjing itu. kita menamakannya Lufi
hari kelima, kau datang telat kerumahku. padahal kau janji jam 08.00 pagi mengajakku jalan-jalan ke taman bersama Lufi. ketika kulihat kau datang, aku begitu marah. namun kau membawakanku sebatang eskrim rasa pisang yang kau buat sendiri. aku tersenyum, dan kita jalan sambil berpegangan tangan. aku merasakan tanganmu begitu dingin dari tanganku. atau aku hanya berperasaan saja. mungkin salju begitu dingin, dan juga sarung tanganmu kau gunakan untuk menyelimuti jemari tanganku. aku memelukmu hingga aku merasakan seluruh tubuhmu dingin. saat-saat yang begitu romantis. kau mengatakan bahwa kau menyukaiku. namun kau tidak menanyakanku apakah aku mau hidup bersamamu. kau hanya diam. lalu kau berkata "Aku tak pantas untukmu Merry. aku takut, ketika kita bersama ada saja yang akan membuatmu sedih". aku hanya mengangguk lemas
hari keenam, kau tidak mengabariku. aku cemas dan takut terjadi sesuatu padamu. aku hanya ditemani oleh Lufi dirumah. aku menelepon kerumahmu, tapi tidak kau angkat. aku merasa sepi. kuputuskan membeli beberaa cemilan di toko. langkahku hanya ditemani seekor anak anjing yang kau berikan padaku. jadi ini mungkin yang maksud dengan kesepian. aku terus menatap Lufi. aku takut setelah ini aku akan kehilangan Lufi juga. setelah pulang dari toko, aku memutuskan untuk pergi kerumahmu. kulihat orang-orang mengerumuni apartemenmu. aku bertanya dengan orang-orang namun tak ada jawaban. aku seperti minyak dalam air. tak ada yang meresponku. aku masuk ke apartemenmu. kosong. barang-barangmu sudah tak ada. lalu seorang gadis berkata padaku "Gilbert meninggal kemarin malam karena gagal jantung. ia menitipkan ini padaku. katanya kau sangat menyukai permen. dia tau bahwa sebelum natal ia akan mengakhiri masa hidupnya. ia begitu menyukaimu hingga ia mau menahan rasa sakitnya hingga natal menjelang". gadis itu memberiku setoples permen. aku menangis. Lufi datang menemaniku di depan apartemen Gilbert. ternyata ini yang dia maksu membuatku sedih. tapi kenapa harus seperti ini ?!
hari ketujuh tiba, natal datang disetiap wajah orang-orang. aku hanya diam dirumah bersama Lufi. aku bangun dari tempat tidurku dan melihat pohon natal yang aku buat bersama kau. aku menangis. tetapi menangis bahagia. aku bahagia karena telah melayani sisa hidupmu dan aku bahagia karena aku mencintaimu. hingga siang pun datang aku memutuskan membuat permen dalam jumlah banyak. aku ingin membagikan manisnya naal ke setiap orang. dan juga dengan kau yang ada disana. di permenmu aku menuliskan namaku dan dipermenku aku menuliskan namamu. begitu bahagia hingga aku tenggelam dalam cintamu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar